Cangkang Queer

Youth Medan Revolution of Sexuality

Cangkang Queer terbentuk pada 10 Februari 2012 yang diiniasi oleh 6 orang individu LGBTIQ yang sebagian besar adalah mahasiswa. Pada awal berdiri, Cangkang Queer memfokuskan gerakannnya pada kajian dan penelitian di kampus. Kemudian di 2013 sempat berafiliasi dengan gerakan feminis sosialis dengan wilayah kerjanya kampus, mahasiswa dan anak muda pro demokrasi.

Pada 2014, Cangkang Queer bergerak keluar dari kampus dan mulai fokus turun ke basis untuk mengorganisir individu dan komunitas LGBTIQ. Hingga saat ini, sebanyak 6 kabupaten kota di Sumatera Utara (Medan, Binjai, Deli Serdang, Siantar, Asahan dan Tanjung Balai) telah di organisir. Pada tahun yang sama, Cangkang Queer menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) Federasi Arus Pelangi.

Cangkang Queer

Youth Medan Revolution of Sexuality

Cangkang Queer terbentuk pada 10 Februari 2012 yang diiniasi oleh 6 orang individu LGBTIQ yang sebagian besar adalah mahasiswa. Pada awal berdiri, Cangkang Queer memfokuskan gerakannnya pada kajian dan penelitian di kampus. Kemudian di 2013 sempat berafiliasi dengan gerakan feminis sosialis dengan wilayah kerjanya kampus, mahasiswa dan anak muda pro demokrasi.

Pada 2014, Cangkang Queer bergerak keluar dari kampus dan mulai fokus turun ke basis untuk mengorganisir individu dan komunitas LGBTIQ. Hingga saat ini, sebanyak 6 kabupaten kota di Sumatera Utara (Medan, Binjai, Deli Serdang, Siantar, Asahan dan Tanjung Balai) telah di organisir. Pada tahun yang sama, Cangkang Queer menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) Federasi Arus Pelangi.

Visi

Misi

Adanya pengakuan, penerimaan dan pemenuhan hak-hak individu dan komunitas yang memiliki orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik biologis (SOGIESC) yang tertindas.

  • Menyadarkan dan menguatkan individu dan komunitas yang memiliki orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik biologis (SOGIESC) yang tertindas.
  • Berperan aktif dalam proses pembentukan maupun perubahan kebijakan yang diskriminatif.
  • Berperan aktif dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang keberagaman orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik biologis (SOGIESC).
  • Memberikan bantuan hukum dan penyuluhan hukum kepada individu dan komunitas yang mengalami kekerasan, stigma, dan diskriminasi karena orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik biologis (SOGIESC)-nya.
  • Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan penelitian.
  • Melakukan pendokumentasian, analisa dan penerbitan laporan pelanggaran hak asasi manusia berbasis orientasi seksual, identitas gender, ekspresi gender, dan karakteristik biologis (SOGIESC).
  • Membentuk dan mengembangkan jaringan advokasi Hak Asasi Manusia. Kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan tujuan organisasi.

STRUKTUR ORGANISASI

Sekretariat

Ketua Pengurus Harian:

Amee Adlian

Sekretaris Jenderal:

Muhammad Donri

Bendahara:

Tengku Chioo

Struktur Pengelola Program

Koordinator Program:

Muhammad Donri

Staff:

1. Keenan Abraham Putri
2. Evi Dahanum

Struktur Penguatan Pilar Keorganisasian

Pengorganisasian:

1. Tengku Chioo
2. Keenan Abraham Putra

Pendidikan:

Keenan Abraham Putra

Penelitian dan pengembangan:

1. Muhammad Donri
2. Keenan Abraham Putra

Advokasi:

Ameek Adlian

Kampanye:

Muhammad Donri

Volunteer

Anggota:

Ecuardo Putra Ramadhan

Pinsip Dan Nilai

Nilai dan Prinsip Organisasi

Non-Profit

Non-Pemerintah

Imparsial

Egaliter

Daya Juang

CANGKANGQUEER bergerak dengan berpegang pada
Nilai 6 Progresif, yakni:

Keberagaman

Anti Kekerasan

Kesetaraan

Inklusif dan Non-Diskriminatif

Kolektivitas

Solidaritas

Pilar Organisasi

Advokasi

Pendidikan

Penelitian dan pengembangan

Kampanye

Tata Kelola

Pengorganisiran