Blog

Mengitkuti Perayaan Pride Month adalah Hak Setiap Individu

Belakangan ini publik dihebohkan dengan perayaan yang dilakukan di New York, di mana beberapa orang dari Indonesia ikut serta menghadiri perayaan tersebut. Pride Month sendiri adalah perayaan komunitas LGBTQ atas persitiwa bersejarah yang terjadi di Stonewall Inn Greenwich Village, New York pada tanggal 28 Juni 1969.

Lanjutkan membaca “Mengitkuti Perayaan Pride Month adalah Hak Setiap Individu”

Blog

Akses LGBT terhadap Pelayanan Publik adalah Hak Asasi Manusia

Undang -Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi, pasal 1, ayat 1 menyatakan hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makluk Tuhan dan merupakan anugerahNya yang wajib di lindungi oleh negara, hukum dan pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat.

Lanjutkan membaca “Akses LGBT terhadap Pelayanan Publik adalah Hak Asasi Manusia”

Blog

Salam solidaritas!

Selamat hari IDAHOBIT Sobat,

IDAHOBIT (International Day Against Homophobia, Biphobia dan Transphobia) adalah hari untuk melawan homofobia, bifobia dan transfobia yang diperingati disetiap negara di dunia pada tanggal 17 Mei setiap tahunnya.

Homofobia, bifobia dan transfobia adalah ketakutan yang menimbulkan kebencian, stigma, diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok minoritas gender dan seksual atau lebih dikenal dengan LGBTIQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Interseks, Queer). Dari data pemantauan kasus oleh Federasi Arus Pelangi bersama Cangkang Queer menemukan bahwa 93% masyarakat Indonesia tidak menerima LGBTIQ di tengah masyarakat, 89,3% LGBTIQ pernah mengalami kekerasan. 79,1% pernah mengalami kekerasan psikis dan 45,1% LGBTIQ pernah mengalami kekerasan seksual.

Kebencian terhadap kelompok minoritas LGBTIQ terus terjadi sepanjang tahun 2019. Dalam institusi pendidikan, kelompok LGBTIQ rentan terhadap bullying hanya karena ekspresi gender yang berbeda. Ditahun yang sama, karya sastra cerita pendek (cerpen) yang beberapa bagian mengisahkan tentang LGBTIQ berujung pada pemberhentian sepihak seluruh pengurus Pers Mahasiswa Suara USU oleh rektorat Universitas Sumatera Utara. Selain itu, pemecetan sepihak juga terjadi dalam sektor pekerjaan hanya karena orientasi seksual yang berbeda. Hal ini tentu telah mengurangi Hak Asasi Manusia (HAM) kelompok minoritas LGBTIQ yang seharusnya dipenuhi oleh negara.

Pada moment ini, Cangkang Queer mengajak kawan-kawan untuk bersama melawan kebencian, menghapus stigma dan menghilangkan diskriminasi untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan dengan masa depan bumi yang lebih baik.

#IDAHOBIT2019
#IDAHOBIT2019ID

Cangkang Queer

Blog, Internasional, News

Picu Protes, Brunei Tunda Pemberlakuan Hukuman Mati untuk LGBT

Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. (Foto: REUTERS/David Gray)

Bandar Seri Begawan – Pemberlakuan hukuman mati berupa rajam bagi kaum lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) di Brunei Darussalam sempat menuai kritik. Setelah gelombang kritikan bermunculan, Brunei melakukan moratorium pemberlakuan hukuman mati tersebut.

Lanjutkan membaca “Picu Protes, Brunei Tunda Pemberlakuan Hukuman Mati untuk LGBT”

News

Komisioner PBB Kecam Indonesia soal Diskriminasi LGBT

Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein mengkhawatirkan revisi KUHP yang bakal melegalkan diskriminasi terhadap minoritas, termasuk kaum LGBT. (REUTERS/Denis Balibouse)

Jakarta, CNN Indonesia Komisaris Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Zeid Ra’ad Al Hussein, mengungkapkan keprihatinannya atas sejumlah revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang bakal disahkan Dewan Perwakilan Rakyat 14 Februari mendatang.

Lanjutkan membaca “Komisioner PBB Kecam Indonesia soal Diskriminasi LGBT”

Blog, News

Tiada Tempat untuk LGBT: Kepanikan Moral dan Persekusi atas Minoritas Seksual di Indonesia

Suatu pagi dua tahun yang lalu, “Ferdi” yang berumur 30an tahun diliputi ketakutan terbesar dalam hidupnya ketika 20 pria mendatangi rumahnya di sebuah kompleks perumahan menengah-atas di Jakarta. Dipimpin oleh ketua RT, orang-orang ini memaksa masuk dan memenuhi ruang tamu kecilnya – beberapa terpaksa duduk di teras.

Mereka datang karena satu alasan: untuk mengutarakan kecurigaan mereka terhadap orientasi seksual Ferdi. Rupanya mereka telah membaca liputan media yang luas mengenai LGBT dan itu membuat mereka gelisah. Ketua RT dan beberapa pria lain mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima seorang homoseksual tinggal di lingkungan sekitar karena hal itu “mengganggu” mereka.

Lanjutkan membaca “Tiada Tempat untuk LGBT: Kepanikan Moral dan Persekusi atas Minoritas Seksual di Indonesia”