Blog

Temanku Berkata Bahwa Dia Gay, Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan?

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah segera beralih dari rasa terkejut dan bingung and mencoba berpikir rasional. Ini kedengaran mudah walau sulit, namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan. Menjadi homoseksual pada kultur budaya masyarakat kita akan membawa konsekuensi besar akan tabu sosial serta pengucilan. Bukan hal yang mudah bagi siapapun untuk menghadapi pengabaian dimana homoseksual menjadi subjek atas perlakuan tersebut, baik kepada orang yang merasa dirinya gay, atau bagi orang-orang yang peduli kepada mereka.

Hal wajar ketika kamu merasa sedang menjadi subjek atas stigma yang diasosiasikan kepada gay yang kemudian menjadi desakan untuk menarik diri adalah hal yang naluriah. Dibutuhkan karakter dan kepercayaan diri yang besar untuk menaklukkan stigma yang meletakkan kemunafikan sebagai hal yang benar. Dalam hal ini, kita tidak perlu ragu untuk meyakini bahwa berada disamping teman kita adalah hal yang benar.

Dengan memahami realitas situasi tersebut, kamu akan merasa lebih baik dalam menanggapi hal tersebut. Bagi pemula, kamu perlu menyadari bahwa temanmu adalah orang yang sama bahkan ketika dia belum mengetahui apa yang dia rasakan. Dia masih sama, yang berubah adalah porsi pengetahuan personal di antara kalian. Sekarang kamu tahu sesuatu yang sangat intim dan berpotensi mengubah hidup temanmu. Memang, tidaklah mudah memahami bahwa teman kita bukanlah apa atau siapa yang kita kenal selama ini, namun apakah orientasi seksual menjadi satu-satunya alasan untuk tidak menjadikan kalian “best friend”? saya berharap itu tidak demikian.

Pada saat ini kamu perlu menelisik lebih dalam tentang apa anggapanmu tentang persahabatan dan apa yang sebenarnya menjadi dasarnya. Gunakan kesamaan yang masih kalian miliki untuk menjaga kewajaran dalam persahabatan sementara kalian berdua menyesuaikan diri dengan apa yang telah berubah. Jangan pernah menganggap bahwa dia menjadi gay dikarenakan kamu, itu adalah hal yang akan dijelaskan lebih lanjut pada poin berikutnya.

Ini adalah asumsi yang terlalu umum dari para pria straight yang bertemu pria gay dan menganggao bahwa pria gay tersebut “menginginkan” mereka. Faktanya adalah temanmu tetap memandangmu sebagaimana dia selalu menganggapmu teman. Tidak karena dia sedang mengeksplorasi seksualitasnya berarti dia juga hendak mengeksplorasinya denganmu. Hal yang tidak mungkin baginya selaku homoseksual menyukaimu, sebagaimana hal yang mungkin bagi perempuan straight untuk tidak tertarik padamu. Kecuali terdapat pengakuan yang mengindikasikan bahwa pengakuannya didasarkan pada keinginannya untuk memiliki hubungan romantis denganmu. Jauhkan semua ketakutanmu bahwa dia tertarik pada hal lain melebihi hubungan pertemanan kalian.

Alasan nyata mengapa dia menceritakan hal personalnya padamu selaku “best friend” adalah bahwa dia menginginkan adanya kestabilan hubungan perteman saat ini, Dia ingin memiliki seseorang yang dapat diandalkan ketika perasaannya menjadi tidak terkendali. Ini adalah sebuah pengakuan yang luar biasa atas hubungan  pertemanan kalian pada saat dia memerlukanmu dalam situasi tersebut, hal yang menguatkan rasa hormatnya padamu dan atas semua yang kamu lakukan sebagai teman. Kamu seharusnya merasa tersanjung, bukan sebaliknya malah merasa takut.

Pengakuan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan siapapun, bahkan amat sulit bila kamu adalah seorang remaja. Remaja yang sudah terbiasa dengan identitas “normal” ketika mengalami sesuatu yang dipandang rendah oleh masyarakat seperti menjadi gay, akan membuat remaja tersebut mengalami kebingungan yang hebat. Hal biasa bagi remaja homoseksual dari kedua gender untuk mengabaikan desakan alamiah tersebut dan memilih tetap menjadi heteroseksual “sesuai norma” namun dengan dorongan balas dendam yang tidak sehat. Banyak remaja gay kemudian mencoba mengompensasikan hal tersebut dengan menjadi pribadi yang amat straight dalam perilakunya, dimana dalam kondisi penolakan akan identitas tersebut dapat bertindak lebih homofobik ketimbang remaja straight anti-gay umumnya.

Remaja gay memiliki tingkat kemungkinan bunuh diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja sebaya mereka yang straight, mereka melaporkan mengalami ketidaknyamanan selama mengikuti aktivitas di sekolah dan memiliki hubungan keluarga yang renggang. Bagi remaja yang “menyembunyikan identitasnya” hal-hal negatif jauh lebih terasa. Hal yang mudah bagimu untuk menerima atau tidak, namun pengakuan temanmu adalah hal paling baik yang dapat dia lakukan, baik untuk persahabatan kalian, maupun bagi kedamaian pikirannya sendiri. Kamu juga harus memiliki pemikiran yang sama tentang persahabatan ketika dia dengan jelas menginginkan dukunganmu.

Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya menjadi orang lain. Apa yang dapat kamu lakukan adalah tetap realistis dengan situasi yang ada, bagaimanapun kondisinya. Orientasi seksual temanmu hanya akan memiliki dampak kecil bagimu ketimbang pilihannya pada ketergantungan alkohol, penyalahgunaan narkotika, kestabilan kondisinya serta dampaknya bagi performa akademis. Hal yang akan berdampak besar bila kemudian kamu kehilangan teman yang kamu sayangi. Teman terbaikmu telah percaya padamu dan persahabatan kalian telah cukup memberanikannya untuk membuat pengakuan padamu. Gay cenderung akan melakukan pengakuan pertamakali kepada mereka yang mereka percaya dan kepada mereka yang dia butuhkan dalam hidupnya. Bila kamu merasa bahwa dia adalah teman terbaikmu, inilah saatnya untuk melakukan suatu hal yang berarti bagi hubungan persahabatan kalian.

Jauhkan semua ketakutan irasionalmu dengan berdiskusi dengannya secara terbuka. Katakan padanya pada kamu ingin menolongnya namun kamu juga membutuhkan dukungan. Pastikan dia tahu apa yang kamu rasakan setelah memastikan bahwa dia mengetahui perasaaanmu saat ini tidak akan menghentikanmu menjadi sahabat baginya. Tetapnya bersama temanmu, dukunglah ketika dia membutuhkannya, biarkan dia menceritakan padamu apa yang dia butuhkan dari persahabatan tersebut dan berikan itu padanya semampumu. Ketika semua telah dilakukan, dia tetap menjadi teman yang kamu sayangi bahkan sebelum adanya pengakuan tersebut. Apa yang akan kamu rasakan ketika kamu mengabaikannya pada saat dia membutuhkannya? Akhirnya, “teman akan tetap teman sampai akhir”, meskipun akhir dari semuanya akan menjadi awal yang baru bagi pertemanan kalian.

Artikel ini merupakan saduran dari artikel asli: https://www.pflagatl.org/my-friend-says-he-is-gay-what-should-i-do  dengan penyesuaian seperlunya oleh tim penerjemah Cangkang Queer.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s