Blog

10 Gambaran Fakta Mengenai Hak-Hak LGBTQ di Dunia

Hak-hak LGBTQ amat bervariasi di seluruh dunia, bahkan pada negara yang kita anggap telah menerimanya secara inklusif.

Sebuah survey yang dilakukan Thomson Reuters Foundation dan aplikasi jodoh Hornet pada tahun 2020 menemukan bahwa satu dari tiga orang lelaki gay merasa tidak aman baik secara fisik maupun emosi ketika di rumah.

“Ini adalah periode krisis bagi kesetaraan LGBTI di Eropa,” kata Evelyne Paradis, Direktur Eksekutif ILGA-Europe, dalam sebuah pernyataan. “Seiring tahun berjalan, semakin banyak negara, termasuk yang dulunya mengakui kesetaraan LGBTI, bahkan mengalami penurunan komitmen bagi kesetaraan kaum LGBTI, dimana semakin banyak pemerintah yang melakukan tindakan agresif yang menargetkan komunitas LGBTI.”

Tanggal 17 Mei adalah Hari Internasional Melawan Homophobia, Transphobia dan Biphobia, guna memperingati momen ketika World Health Organization (WHO) menghapus homoseksual dari Klasifikasi Penyakit dan Masalah Kejiwaan pada tahun 1990.

Business Insider telah menyusun 10 gambaran fakta guna merepresentasikan secara visual sejauh apa keragaman hak-hak LGBTQ di seluruh dunia dan sejauh mana kita dapat terlibat untuk mencapai penerimaan dan kesetaraan sepenuhnya.

Aktivitas seksual LGBTIQ dapat berujung pada Hukuman Mati di Beberapa Negara

Aktivitas seks sesama jenis dapat berujung pada hukuman mati di Afghanistan, Brunei, Iran, Mauritania, Nigeria, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan dan Yaman.

Sebanyak 68 negara masih mengkriminalkan Homoseksual, banyak diantaranya adalah negara mayoritas muslim di Timur Tengah, Asia Tenggara serta Afrika.

Meskipun dianggap tabu, homoseksual pada prakteknya tidak dianggap ilegal di banyak daerah di Indonesia. Namun, bagi Provinsi Aceh yang diatur dengan Hukum Syariah yang ketat, kegiatan seks sesama jenis dapat dihukum dengan hukuman cambuk di depan umum.

Sehubungan dengan larangan keikutsertaan Militer yang dicanangkan oleh Presiden Trump, masih 19 negara yang mengizinkan Transgender untuk mengabdi secara terbuka di Angkatan Bersenjata.

Belanda adalah negara pertama yang memperbolehkan Transgender masuk militer pada 1974, menurut CNN.

Thailand adalah satu dari beberapa negara yang kemudian menerima angota militer dari kaum Trans, namun hanya mengizinkan mereka untuk mengabdi dalam kapasitas sebagai tenaga administrasi.

Meskipun Homoseksual legal, namun terdapat ketentuan yang menyulitkan hidup secara terbuka

Di Rusia, menyebarluaskan “proganda hubungan seksual non-tradisional” bagi anak-anak adalah hal yang ilegal menurut ketentuan hukum federal.

Kritikus berpendapat bahwa hal tersebut masih dianggap jauh untuk dapat melarang perayaan parade Pride Month atau bahkan menangkap seseorang yang teridentifikasi sebagai bagian dari komunitas LGBTQ di sosial media.

Hanya 28 negara yang telah melegalkan Pernikahan Sesama Jenis

Italia, Swiss, Polandia dan Yunani adalah beberapa negara yang masih tidak mengakui kesetaraan pernikahan.

Negara pertama yang mengakui Kesetaraan Pernikahan adalah Belanda pada tahun 2001

Pada Mei 2019, Taiwan menjadi negara Asia pertama yang mengakui pernikahan sesama jenis.

Brazil, Ekuador, dan negara kecil kepulauan Mediterania yang bernama Malta, adalah tiga negara yang melarang Terapi Konversi

Di Amerika Serikat, 20 negara bagian -termasuk New York, California, Massachusetts, Utah, Maryland serta Virginia- telah melarang terapi yang mengubah orientasi seksual atau identitas gender anak dibawah umur.

Hal ini juga merupakan upaya yang sedang dilakukan guna melarang praktik tersebut di seluruh negara, seperti misalnya Kanada, Chili, Meksiko, Jerman dan negara lainnya.

Hanya 5% dari negara anggota PBB yang telah memiliki ketentuan dalam konstitusi negara mereka yang melarang diskriminasi berbasis orientasi seksual

Afrika Selatan adalah negara pertama yang menyertakan perlindungan orientasi seksual dalam konstistusi negara mereka, yang dilakukan pada tahun 1997.

Banyak negara yang telah membuat banyak kemajuan dalam penanganan diskriminasi atas orientasi seksual di tempat kerja

Di Afrika, semisal di Angola, Bostwana, Mozambique, Afrika Selatan dan Seychelles adalah beberapa negara yang melarang diskriminasi berbasis orientasi seksual di tempat kerja.

Beberapa negara di luar Eropa dan Amerika yang mengizinkan pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak

Israel tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis, namun mengizinkan pasangan sejenis untuk melakukan adopsi.

Pada Februari 2020, Mahkamah Agung Israel memerintahkan agar pasangan gay diizinkan untuk akses perwalian. Pengadilan tinggi memberi tenggat waktu satu tahun bagi anggota parlemen untuk mengamandemen undang-undang dimaksud.  

*Artikel ini merupakan terjemahan dari Artikel yang ditulis oleh Shayane Gal dan Ashley Collman pada laman berikut: https://www.businessinsider.com/lgbtq-rights-around-the-world-maps-2018-10?r=US&IR=T Disunting dan diedit seperlunya oleh Tim Penerjemah. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s