Blog

PERJALANKU MENJADI SEORANG ALLY

Oleh : Calrichaa

Saya hanyalah seorang siswi berusia 16 tahun saat itu, saat saya pertama kali mengetahui budaya menjodoh-jodohkan salah satu anggota di band dengan anggota lainnya. Yang membuat saya heran adalah, semua  anggota band tersebut adalah pria! Dan yang paling membuat saya heran adalah pembuat “perjodohan” itu kebanyakan adalah para penggemar wanita dari band tersebut. Saat itu, saya masih termakan budaya laki-laki hanya boleh dengan perempuan, dan juga sebaliknya karena seperti itulah kodrat yang sudah ditentukan oleh tuhan. 

Memang, saya juga bukan orang yang sangat religius, namun saat itu saya yang sedang memperdalam ilmu agama dengan mengikuti organisasi kerohanian islam merasa menjodohkan pria dengan pria adalah salah. Saya juga merasa kenapa pria bisa tertarik dengan pria juga? Apakah wanita cantik sudah lenyap? Saya ingat betul saat itu Cameron Diaz masih hidup. Lalu apakah mereka lupa dengan adzab kaum Nabi Luth?.

Berita yang tak kalah mengejutkan akhirnya muncul, ternyata teman dekat saya adalah gay. Sungguh, saat ia mengakui hal ini saya sangat terkejut. Saya tau ia kemayu, tapi menjadi penyuka sesama jenis sungguh sangat mengejutkan. Namun akhirnya ia menjelaskan mengapa ia merasa dan menyatakan diri sebagai gay, dan jujur penjelasannya masih membuat saya bingung. Untungnya, saat itu saya jua sedang mempelajari feminisme, sehingga saya masih tetap bisa menerima pengakuan dia.

Meski berat rasanya untuk menerima pengakuan teman saya tersebutu, saya akhirnya memutuskan untuk mengulik lebih lanjut tentang berbagai orientasi seksual yang ada di dunia. Ya, seperti yang kalian bisa tebak, saya sangat terkejut ternyata ada begitu banyak orientasi seksual di dunia ini, dan setelah saya mempelajarinya, bertahun-tahun setelahnya saya malah bingung dengan orientasi seksual saya sendiri. Karena saya rasa, saya bisa menyukai perempuan, saya juga menyukai laki-laki. Rasanya seperti menelan ludah sendiri untuk mendukung komunitas LGBTQ+ ini, namun saya lebih baik menelan ludah tersebut daripada terus-terusan menjadi manusia yang tidak bisa memanusiakan orang lain.

Saat memasuki dunia kuliah, saya makin aktif mengikuti artikel di salah satu majalah online feminis Indonesia. Dari sana saya makin banyak tahu tentang feminisme dan bagaimana caranya menjadi ally. Saya juga belajar banyak dari idola-idola saya seperti Demi Lovato, Troye Sivan, dan Little Mix. Bagaimana mereka membuat lagu tentang semangat mendukung komunitas LGBTQ+, dan juga berbagai dukungan lainnya. 

Pengalaman paling mengharukan saya sebagai seorang ally adalah ketika teman saya kedapatan menjadi gay oleh keluarganya. Teman saya panik, menangis sejadi-jadinya kepada saya karena ibunya tidak juga berhenti menangis sebab takut masuk neraka akibat anak laki-lakinya menjadi gay. Akhirnya saya menenangkan teman saya, dan mengajaknya kembali pulang ke rumah untuk saya mediasi. Saya berusaha meyakinkan ibunya bahwa menjadi gay bukanlah hal yang buruk. Semua orang punya takdirnya sendiri, dan tuhan pun tidak mungkin mengizinkan sesuatu terjadi tanpa kuasa-Nya. 

Ibunya masih juga bersi keras kalau menjadi gay adalah sebuah kesalahan. Akhirnya teman saya pun meyakinkan ibunya bahwa ia tidak akan pernah berubah hanya karena ia gay. Saya pun membantunya meyakinkan dengan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kaum Nabi Luth. Sejatinya, cerita yang selalu digunakan tersebut mendapat kesalahan penafsiran. Cerita sesungguhnya kenapa mereka diberikan azab adala, mereka sangat amat tidak menghormati manusia. Setiap orang yang memasuki wilayah mereka diharuskan menyerahkan tubuh mereka untuk raja dan para tantara. Di sana juga banyak terjadi pemerkosaan, bahkan di siang hari. Sebab itu lah mereka tertimpa azab dari tuhan.

Akhirnya, ibu dari teman saya ini pun sedikit membuka hatinya untuk menerima orientasi seksual teman saya. Sungguh, rasanya senang sekali saat itu. Rasanya ada beban di dada ini yang terangkat. Akibat dari peristiwa ini membuat saya ingin berusaha makin keras dalam memperjuangkan hak para LGBTQ+ terutama di Indonesia. Ayo mulai memanusiakan manusia, karena sejatinya semua orientasi seksual adalah valid!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s