Blog

Berteriak untuk Bebas

Senjata tajam adalah alat perlawanan, di kala teriakan dan cacian itu sampai kedalam telinga.

Memerdekan tujuan utama, hanya saja pondasi ini tak kuat melawan beban hukum beserta anak buahnya.

Entah apa yang pikiran sehingga kesetaraan kadang di anggap sebagai dosa, aneh dan membuat malu mereka.

Bahkan tempat tinggal pun bisa menjadi surga yang memenjarakan ummatnya.

Tegangnya urat di leher demi sebuah jeritan ‘’MERDEKA’’ sudah biasa dilakukan di tengah matahari panas, hingga ada di antara mereka yang tak sadarkan diri dan jatuh pingsan.

Fitnah sudah menjadi makanan sehari hari, mulai dari Gempa, Tsunami, hingga bencana alam lainnya adalah akibat kehadiran kami.

Beberapa dari media berkabar dan bersorak demi keuntungan pribadi.

Mereka yang membully dianggap normal, kami yang dianggap cacat perilaku menjadi bahan bully.

Sungguh besar usaha mereka demi menjatuhkan seekor kupu kupu yang ingin terbang.

Begitu sulitkah untuk merasakan udara sejuk yang amat nyaman ini?

Walaupun kami rela berdiri dibarisan paling belakang.

Bingung dan bimbang sudah tak karuan, usaha ingin dianggap setara sudah simpang siur heboh luar biasa.

Undang-undang hanya terdiri dari pasal dan tulisan yang dapat kalian ubah pada masanya.

Lantas, susahkah menganggap dan menerima kami seadanya?

Hanya karena ekspresi yang berbeda.

Kehadiran kami tidak mengganggu manusia, tidak merusak perekonomian negara, serta tidak menyebabkan bencana.

 

Penulis : Ecuardo Putra Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s