Blog

Akses LGBT terhadap Pelayanan Publik adalah Hak Asasi Manusia

Undang -Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi, pasal 1, ayat 1 menyatakan hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makluk Tuhan dan merupakan anugerahNya yang wajib di lindungi oleh negara, hukum dan pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat.

Defenisi HAM telah begitu jelas tertuliskan dalam undang-undang yang artinya setiap orang atau setiap individu tanpa terkecuali, tanpa perlu melihat suku, agama, ras, golongan, gender, usia, dll., wajib mendapatkan perlindungan dari negara. Sehingga ketika negara tidak memberikan perlindungan terhadap setiap individu, maka negara telah melakukan pembiaran hilangnya kehormatan serta harkat dan martabat manusia.

Salah satu hak asasi yang melekat dari manusia yang harus dipenuhi oleh negara adalah akses terhadap layanan publik seperti layanan data dan identitas kependudukan, layanan kesehatan, layanan pendidikan, dll., karena layanan publik merupakan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh negara dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya individu manusia tidak dapat mengakses layanan publik, maka ia akan kehilangan kebutuhan dasarnya.

Setiap warga negara berhak mengakses layanan publik dengan sebaik mungkin, tanpa terkecuali kelompok LGBT karena pada dasarnya LGBT juga bagian dari manusia yang mempunyai hak dasar. LGBT juga termasuk warga negara yang haknya juga harus dipenenuhi oleh pemerintah atau negara sebagaimana tercantum dalam Undang -Undang No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusi, pasal 1, ayat 1. Namun pada kenyataan yang terjadi di lapangan, hampir semua kelompok LGBT sangat susah untuk mengakses layanan publik hanya karena ekspresi dan orientasi seksualnya berbeda dengan yang lain. Bahkan di berbagai daerah diskriminasi terhadap kelompok LGBT sangat terasa terutama yang ekpresinya sangat terlihat seperti transpuan (waria).

Saat mengakses layanan kesehatan waria sering dikesampingkan sekalipun dalam keadaan darurat. Pengalaman ini pernah terjadi pada seorang waria di Aceh bernama Rina yang mengalami kecelakaan pada tahun 2016, tapi ketika di rumah sakit ia tak segera ditangani oleh dokter dan perawat. Ini menunjukan bagaimana LGBT yang notabenya adalah manusia mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kesehatan yang merupakan bagian dari pelayanan publik.

Demikian juga dalam hal mengakses pendidikan, kelompok LGBT sangat sulit mengakses sehingga banyak kelompok LGBT yang tidak bisa menyelesaikan pendidikan. Ketika akses pendidikan sulit untuk dijangkau LGBT, tentu saja dampaknya semakin panjang. Salah satunya adalah tidak memiliki skil dan pengetahuan sehingga kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan karena kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan dari industri.

Padahal perihal akses terhadap pendidikan ini sendiri juga tertulis dalam UU HAM, pasal 12 yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya, untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggung jawab, berakhlak mulia, bahagia, dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia.Ini hanyalah contoh kecil dari terputusnya sekelompok orang terhadap layanan publik yang seharunya wajib diberikan oleh negara. Hanya karena perbedaan ekspresi dan orientasi, sekelompok warga negara tidak dapat mengakses layanan dasar bagi publik, sehingga berdampak pada kehidupan kelompok tersebut.

Kelompok masyarakat ini adalah juga manusia yang harus diperlakukan sama tanpa harus membeda-bedakan karena setiap manusia punya hak yang sama dan negara wajib melindungi setiap lapisan masyarakat tanpa melakukan diskriminasi dalam bentuk apapun dan kepada siapapun, termasuk pada kelompok LGBT. Ketika hal ini masih belum bisa dipenuhi oleh negara, maka bisa dikatakan negara telah melanggar undang-undang yang dibuat sendiri oleh negara.

 

 

Penulis: Cut Shofie Adian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s