Perpustakaan Mini

Hak Kerja Waria: Tanggung Jawab Negara (Cetakan Kedua)

Download [2.5MB]

Hak Kerja WariaKaum waria merupakan bagian dari masyarakat tersisih yang dilupakan kehadirannya, baik oleh masyarakat maupun negara. Mereka mengalami diskriminasi berlapis. Mulai dari pengucilan oleh lingkungan keluarga,  dihinakan di sekolah, dikeluarkan dari tempat kerja, hingga perbedaan perlakuan oleh aparat pemerintahan. Meski ada banyak di antara mereka yang bertitel sarjana S-1 dan S-2, pada umumnya kalangan waria hanya berserak sebagai bagian dari kehidupan jalanan. Siang bekerja di salon atau jadi pengamen, malam jadi penghibur dan pemuas laki-laki. Tampak jelas bahwa perangkat HAM di Indonesia sama sekali tak memberikan perlindungan kepada mereka. Isi buku ini menggambarkan bahwa kaum waria Indonesia, seperti juga kaum gay dan lesbian adalah korban dari sebuah cara pandang dominan terhadap orientasi seksual secara hitam-putih. Suatu cara pandang yang kerap diproduksi oleh sebuah rejim fascis-phallucratic. – Stanley Adi Prasetyo, komisioner Komnas HAM 2007-2012 Kelompok waria sebenarnya dapat bekerja sama dengan masyarakat lainnya, permasalahannya kemudian kelompok waria itu harus terus meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan kepercayaan dirinya sendiri agar dapat lebih diterima lagi di lingkungan masyarakat. Dengan begitu masyarakat akan melihat bahwa kelompok waria juga dapat dan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lainnya. – Dorce Gamalama, TV selebriti Diskriminasi berawal dari keangkuhan melihat diri dan perendahan orang lain karena berbeda dengan dirinya. Mindset yang oppressive ini awal dari subordinasi yang pernah melahirkan perbudakan. Pelecehan kemanusiaan atas waria merupakan sisa praktek jahiliyah di jaman modern. – Eva K. Sundari, Anggota Komisi III DPR-RI Fraksi PDI-P “Penulisan buku ini adalah usaha yang layak dihargai. Dengan segala kekurangannya, buku ini ditulis dengan cita-cita mengajak pembacanya melihat realita kehidupan dan menyadari bahwa kita diciptakan Tuhan dengan keadaan yang berbeda-beda. Tentu saja dengan harapan untuk menjadikan perbedaan itu sebagai kekayaan dan kekuatan”. – Mulyandari, Aliansi Perempuan Untuk Keterwakilan Politik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s