Blog, News

Pernyataan dari Pihak 5 Perempuan yang Sempat Digerebek karena “Diduga” Berciuman Sejenis

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN – Lima perempuan yang menjadi korban penggerebekan warga di Jl Amaliun, Gang Arjuna, Lingkungan VII, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Kamis (8/6/2014) mengatakan, pernyataan Kepala Lingkungan 7 Kota Matsum II, Aldino Nawar dan pemberitaan mengenai aktivitas lesbian tidak benar.

Ketua Cangkang Queer, Edison F Swandika Butar-butar yang menjadi wakil kelima korban dalam hak jawabnya yang diterima Tribun, pekan lalu mengatakan, kelima korban merasa keberatan atas pemberitaan yang menyudutkan korban serta tidak menghormati hak privasi korban dengan menampilkan wajah para korban secara jelas didalam video.

Pernyataan dari Aldino Nawar, Kepala lingkungan 7 Kota Matsum II yang mengatakan bahwa melihat sepasang korban sedang berciuman adalah tidak benar, karena pengakuan korban bahwa mereka sedang duduk sambal bercerita.

Dikatakan Edison, pernyataan dari Aldino Nawar, yang mengatakan bahwa mereka tidak pernah melapor kepada pihak Kepala Lingkungan, adalah tidak benar, karena menurut salah satu korban pemilik kontrakan berinisial C, mereka telah melapor sebelumnya, yang dilaporkan oleh kakak korban dan menyerahkan berkas berupa Kartu Keluarga yang diterima oleh pihak kelurahan.

“Pernyataan pada berita tersebut yang menyatakan bahwa rumah kontrakan tersebut diduga melakukan praktik percintaan sejenis atau lesbi tidak tepat karena para korban tinggal di kontrakan tersebut sejak jumat, 2 Juni 2017 hanya untuk tinggal sementara. Peryataan pada berita tersebut yang menyatakan bahwa mereka juga sering menyetel musik dengan keras, padahal di seberang rumah ada musala Langgar Kita. Tidaklah benar karena menurut para korban bahwa memang mereka menyetel musik tapi tidak dengan volume besar karena mereka menyadari memang ada musala disana,” kata Edison.

Menurut Edison, kelima korban, tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang mereka lakukan disana, Menurut korban, wartawan menanyakan kejadian sebenarnya dan korban mencoba menjelaskan tetapi keterangan korban tidak dimasukkan kedalam berita. “Menurut pernyataan korban selama mereka tinggal di kontrakan tersebut mereka hanya berada di dalam rumah untuk tinggal sementara waktu dan tidak pernah melakukan hal-hal yang dianggap aneh oleh warga di luar rumah,” katanya.

Edison mengatakan, pemberitaan-pemberitaan seperti ini dapat menyulut sikap homophobia atau kebencian dan merugikan kelompok minoritas seksual yaitu kelompok LGBTI di Indonesia khususnya di Kota Medan. “Keberagaman identitas seksual dan identitas gender adalah keniscayaan yang tidak pernah bisa dihindari meskipun dalam jumlah yang sangat kecil oleh sebab itu kelompok tersebut perlu di lindungi karena rentan menjadi sasaran aksi kekerasan, stigma, dan diskriminasi,” katanya.

Digerebek Warga

Sebelumnya diberitakan http://www.Tribun-Medan.com, karena dianggap meresahkan, lima wanita diduga lesbian yang mengontrak satu rumah di Jalan Amaliun gang Arjuna 3, kota Matsum II, Medan, Sumut, digerebek warga, Kamis (8/6/2017).

Warga marah karena para penghuninya diduga melakukan praktik percintaan sejenis atau Lesbi (perempuan dengan perempuan).

Warga mendatangi rumah itu setelah Kepala Lingkungan 7 Kota Matsum II, Aldino Nawar, memergoki sepasang perempuan yang tinggal di rumah itu sedang asyik berciuman.

“Kebetulan saya lewat untuk membagikan brosur bantuan musala. Setelah saya lewat pintu rumah saat itu dalam posisi terbuka, saya lihat ada perempuan dengan perempuan lagi berciuman disitu,” kata Aldino, Kamis (8/6/2017).

Kejadian itu menjadi bukti laporan warga yang sudah resah dengan aktivitas di rumah kontrakan tersebut.

Sejumlah perempuan kerap bolak balik keluar masuk rumah itu. Mereka juga sering menyetel musik dengan keras, padahal di seberang rumah ada musala Langgar Kita.

“Sebelumnya warga sudah resah dengan melapor ke saya. Cuma selama ini belum ada bukti, sampai saya melihat sendiri,”kata Aldino.

“Setelah ada bukti saya langsung koordinasi dengan pemuka agama, pihak Kelurahan, babinsa dan babinkamtibmas dan semua jajarannya,” tambah Aldino.

(*)

Sumber : Tribun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s