Blog, LGBT, News

TRANSGENDER DAY of REMEMBRANCE ( TDOR) SUMATERA UTARA, 2016

SELAMAT..!!! 

ANDA AKAN MENEMUKAN CLUE KEDUA DALAM HALAMAN INI

 

“SALON TRANS”

-PESAN BALON UNTUK TRANS*-

Hari peringatan transgender sedunia atau  sering disebut dengan Transgender Day Of Rememberance  diperingati pada 20 november setiap  tahunnya. Sejarah singkat peringatan Hari Transgender Dunia dimulai pada 1999 oleh seorang desainer grafis transgender, kolumnis, dan aktivis, Gwendolyn Ann Smith. Kala itu dilakukan untuk mengenang pembunuhan Rita Hester di Allston, Massachusetts, pada 28 November 1998.

i1

Rita merupakan seorang transgender berkebangsaan Afrika-Amerika. Ia ditikam hingga tewas di apartemennya sendiri pada 28 November 1998. Hingga kini kasus pembunuhannya belum terpecahkan. Pada tahun berikutnya, di San Francisco dinyalakan lilin untuk mengenang para korban. Alhasil, setiap tanggal 20 November dinyalakan lilin untuk memperingati Hari Transgender Dunia. Pada tahun 2016 seperti yang dilangsir oleh situs TDoR.Info bahwa sebanyak 60 orang tansgender telah meninggal di beberapa Negara sejak januari – oktober 2016. Jumlah itu adalah jumlah yang baru terlaporkan saja kepada pihak situs tersebut. Penyebab kematiannya cukup beragaman mulai dari dibunuh, ditembak, dibacok hingga disiksa.

Kekerasan terhadap kelompok transgender tidak hanya terjadi di luar negeri. Di Indonesia, kasus kekerasan transgender juga menjadi cacatan kelam terhadap hak asasi manusia. Pada tanggal 4 maret 2011. Yang menewaskan seorang Transgender bernama Faisal Harahap alias Shakira Lopez. dan berita yang baru saja mengegerkan bangsa kita baru-baru ini melalui pemberitaan media yaitu,  Febri Andriansyah alias Mayang Prasetyo (27) seorang Transgender yang menjadi korban pembunuhan oleh tersangka Marcus Peter Volke, di wilayah Teneriffe Brisbane, australia. Pembunuhan yang dialami Mayang Prasetyo menambah buku hitam dikalangan Transgender, Mayang yang dibunuh dengan cara yang sangat tragis, dan dalam proses pemulangan jenazah ke tanah air juga memakan proses yang cukup lama, hingga pada proses pemakaman yang berjalan sangat dramatis, yang mana warga sempat tidak ingin menyolatkan jenazah Mayang. Kasus mayang bisa saja terjadi kepada semua transgender, ketika penghargaan terhadap hak asasi manusia khususnya transgender belum dapat di internalisasikan kedalam diri masyarakat, pemerintah bahkan pemuka agama.

i2

Sumatera Utara khususnya Medan juga tidak lepas dari berbagai persoalan terkait  transgender. Hasil pemantauan Cangkang Queer sejak tahun 2011- 2015 dari 234 kasus kekerasan terhadap LGBT, korban tertinggi dialami oleh kelompok transgender yaitu sebanyak 98 korban. Kekerasan, diskriminasi dan pengucilan masih menjadi santapan bagi kelompok trangender di Kota Medan. Hal yang paling marak terjadi di Kota Medan adalah razia paksa yang dilakukan oleh satpol PP terhadap waria pekerja seks, diskriminasi di tempat kerja bahkan hingga pemecatan.

wpid-wp-1400777827479

Melihat kondisi diatas, melalui perayaan Hari Transgender Se-Dunia ini, Cangkang Queer sebagai salah satu organisasi berbasis komunitas yang fokus pada advokasi hak-hak kelompok Lesbian, Gay, Biskesual, Transgender dan Queer di Sumatera Utara menyampaikan beberapa hal :

  1. Transgender yaitu transwoman ( male to female ) dan transman ( female to male) adalah bentuk keberagaman identitas gender yang duduk setara dan sama dengan identitas lain seperti laki-laki dan perempuan.
  2. Transgender adalah orang-orang yang secara sadar dan sehat ketika mengidentifikasi dirinya sebagai seorang transgender.
  3. Transgender bukanlah penyakit ataupun gangguan jiwa karena mereka sama seperti manusia lain yang memiliki akal, pikiran serta hak asasi sebagai manusia.
  4. Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi bagian dari kampanye anti kekerasan, hate crime, bullying dan stigma terhadap kelompok transgender di manapun .
  5. Meminta kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus-kasus kekerasan terhadap transgender secara adil hukum dan adil sosial tanpa bertendensi melakukan double stigma kepada korban ataupun pelaku transgender.
  6. Meminta kepada pemerintah untuk menghentikan diskriminasi berbasis identitas gender, berkomitmen dalam pemenuhan hak-hak kelompok transgender di Indonesia karena Hak Asasi Transgender adalah Hak Asasi Manusia.
  7. Kepada seluruh sahabat, keluarga, kakak dan abang transgender dimanapun kalian berada. Kami sampaikan rasa cinta dan bangga atas segala keberanian kalian dalam menjalani hidup. Teruslah bangga pada diri sendiri, berbahagia dan terus berjuang percayalah kalian tidak sendiri karena kami bersama kalian. Kami adalah kalian dan kalian adalah kami.

 

 

Medan, 3 November 2016

www.cangkangq.org

Temukan Kami Di:

facebook    twitter   instagram

3 tanggapan untuk “TRANSGENDER DAY of REMEMBRANCE ( TDOR) SUMATERA UTARA, 2016”

    1. 98 kasus tersebut di Sumatera Utara. Ini hasil pemantauan Cangkang Queer. Hasil pemantauanya bisa di unduh di website juga. Terimakasih

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s