Blog

Pemiskinan Terhadap Perempuan Penyebab Tingginya Angka Kematian Ibu

Oleh: Edison F.Swandika Butar-butar [1]

Angka kematian ibu yang terus meningkat dari tahun ketahun, merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi di dunia, khususnya di negara-negara miskin dimana Indonesia menjadi salah satunya. Masalah kesehatan ini, men jadi momok yang menakutkan bagi masyarakat khususnya perempuan, sehingga banyak perempuan memilih untuk tidak hamil dan melahirkan. Hal ini bisa dikatakan wajar, karena melihat kondisi tingginya angka kematian ibu ketika hamil dan melahirkan terus meningkat. Lihat saja pada tiga 2 tahun terakhir angka kematian ibu terus meningkat. Ditahun 2011 sebesar 228/100.000 Kelahiran hidup [2] , 2012 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup [3] , sedangkan tahun 2013 penulis mendapatkan datanya. Dari data diatas,jika dihitung kenaikan berkisar 63,5 %. Kenaikan ini mencerminkan adanya sesuatu yang perlu ditelisik lebih dalam terkait penyebab kematian ibu selain hanya melihat dari kacamata kesehatan saja.
Penyebab kematian ibu ketika melahirkan menurut penulis dapat ditinjau dari dua(2) faktor yaitu, (1) faktor eksternal (2) faktor internal. Faktor internal berasal dari si ibu sendiri, seperti ketidaksiapan menghadapi kelahiran, adanya penyakit yang diderita dll. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar si ibu seperti lingkungan, masyarakat dan negara. Kedua faktor ini mempunyai peran yang tidak sama besar, menurut penulis yang paling berpengaruh terhadap tingkat kematian ibu adalah faktor eksternal. Sehingga, pembahasan pada tulisan ini lebih memfokuskan terhadap faktor-faktor eksternal saja.

A. Sistem ekonomi politik yang memiskinkan perempuan

Sistem ekonomi politik Indonesia yang semakin hari sudah mulai keluar dari cita-cita ideologi pancasila khususnya sila ke-5 “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Penulis mengatakan hal ini, dengan menggunakan beberapa indikator yaitu, (1) sistem kapitalisme [4] sudah seperti jamur pada musim hujan di Indonesia, kita melihat Indonesia menjadi ladang investasi pengusaha-pengusaha luar. Mungkin, kita sudah sama-sama paham, apa yang menjadi logika kapital yang orientasinya adalah keuntungan pribadi bukan kesejahteraan rakyat, maka, dalam menjalankan logika tersebut mereka punya 3 cara kerja yaitu Eksploitasi tenaga kerja, Ekspansi usaha, dan Akumulasi modal. (2) kebutuhan dasar manusia yaitu makanan, perumahan, pendidikan dan kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, sekarang sumber-sumbernya sudah dikuasai, diprivatisasi dan diswastanisasi oleh kaum-kaum kapitalis. Sehingga untuk mendapatkan kebutuhan dasar masyarakat harus bersusah payah, menjadi buruh dengan upah rendah dan ditekan. Bahkan tidak semua dapat dipenuhi. Sebab, dampak dari privatisasi tersebut adalah semakin mahalnya dan sulitnya mengakses layanan kebutuhan dasar manusia tersebut.
Apa hubungannya dengan pemiskinan perempuan ? sistem kapitalisme berteman baik dengan sistem patriarki yang menomorduakan perempuan. makanya tidak heran ketika upah perempuan jauh lebih rendah dari laki-laki. Disisi lain, kapitalisme juga membuat standarisasi untuk tubuh ideal perempuan hingga pada akhirnya terjadinya eksploitasi tubuh perempuan, ekspansi usaha dengan merebut lahan-lahan mengakibatkan pemiskinan terhadap perempuan, karena perempuan yang tidak mampu bekerja disektor publik, harus menggantungkan hidupnya dengan alam. Tapi sekarang, alam sudah dirusak dan diekspansi oleh para pemilik modal.
Pemiskinan terhadap perempuan oleh sistem kapitalisme inilah yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu melahirkan. Seperti ungkapan dr.Lukman Laksmono dari Direktorat Bina Kesehatan Ibu Depkes RI dikompas juni 2008 silam , bahwa 10% ibu hamil tidak memeriksa kandungannya kedokter dan 30% ibu tidak melahirkan didokter atau bidan. Ketika seorang perempuan sedang hamil, dia harus bekerja sebagai buruh dipabrik, harus bertani disawah atau dikebun, harus tetap memenuhi kebutuhan dasarnya. Karena sistem ini memaksanya untuk melakukan itu. Tidak ada waktu untuk beristirahat cukup. Untuk memeriksakan kandungan kedokter kandungan yang ada di rumah sakit, dia harus berfikir seribu kali tentang biaya karena rumah sakit bukan lagi milik masyarakat tetapi sudah menjadi milik para pemilik modal. Membeli nutrisi untuk kandungan dia juga kembali berfikir produk-produk itu tujuannya bukan untuk kesejahteraan tetapi untuk keuntungan sehingga harganya melambung tinggi. Kemudian mengapa banyak ibu memilih untuk melahirkan dirumah dengan bantuan dukun beranak, hal itu dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk dukun beranak cukup uang sukarela dan juga makanan.
Banyak orang beranggapan, tidak harus kedokter kandungan atau rumah sakit. Ada posyandu, ada kartu jaminan kesehatan dll. Pertanyaan penulis kembali, jika itu memang benar-benar berjalan dengan baik, mengapa angka kematian ibu meningkat? Penulis akan menjawab sendiri. posyandu yang tersebar di pedesaan terkadang hanya seperti rumah-rumah kosong, dimana sering terjadi kekurangan dokter yang professional, pengadaan alat-alat pemeriksaaan kesehatan ibu hamil dan melahirkan terbatas khususnya didaerah tertinggal, ya ini menjadi wajar ketika dokter-dokter di Indonesia juga berointasi kepada profit semata tidak untuk membantu sesama, sehingga mereka lebih memilih membuka klinik kandungan sendiri dengan biaya persalinan yang juga tinggi. Apa kabar posyandu? Disana tinggal diisi oleh perawat-perawat atau bidan-bidan yang diupah rendah oleh pemerintah. Upah rendah mempengaruhi kinerja pastinya jika dalam konteks negara dan masyarakat yang berorinteasi pada keuntungan. Bagaimana bidan atau perawat bahkan dokter bisa professional ketika upahnya rendah, ditengah kondisi kebutuhan ekonomi yang semakin mahal oleh ulah para pemilik modal juga.
Diatas penulis juga, sempat mengusik sedikit kekerabatan antara kapitalisme dan patriarki. Patriarki juga mengambil peran dalam tingginya kematian ibu. Relasi kuasa yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan seperti : pemaksaan pernikahan muda,pemerkosaan dll. Apa dampaknya terhadap kematian ibu? Usia muda ketika melahirkan dalam beresiko kematian. Pemerkosaan yang menyebabkan kemahilan tanpa ayah mengharuskan perempuan menanggung beban psikologi dan trauma sehingga mengambil tindakan menggugurkan kandungan yang bisa berujung pada kematian.

B. Kita harus apa ? Bergerak dan Lawan.. !!!

Kematian ibu ketika melahirkan, tidak semata-mata kita lihat dari kacamata kesehatan saja, meskipun itu salah satu penyebabnya. Kita harus melihat jauh kondisi kesehatan yang tidak baik tersebut dipengaruhi oleh apa. Diatas penulis sudah menjelaskan penyebab utamanya adalah pemiskinan terhadap perempuan atau kemiskinan stuktural oleh sistem kapitalisme di Indonesia. Apakah kita tinggal diam ? tidak, kita harus bergerak, untuk mengurangi tingkat kematian ibu. Karena melawan dan mengurangi kematian ibu ketika melahirkan adalah sebuah perjuangan kemanusian, perjuangan rakyat. Ya, tindakan revolusioner adalah solusi. Karena revolusi bukan hanya sebuah pesta makan malam. Tetapi sembari, melakukan perjuangan menghancurkan sistem yang memiskinkan perempuan tersebut, kita harus punya tindakan afermatif lebih untuk mengurangi angka kematian ibu. Tindakan afermatif yang bisa dilakukan oleh kita maupun pemerintah adalah
1. Penyuluhan kesehatan terhadap ibu-ibu hamil terkait menjaga kesehatan saat hamil, kebersihan diri dll
2. Pemerintah menaikkan upah buruh terkhusus buruh perempuan, karena kebutuhan perempuan akan naik ketika dia masa hamil dan masa melahirkan.
3. Pemerintah mengelurkan kebijakan cuti hamil dan melahirkan di perusahan-perusahan industry untuk buruh perempuan tanpa ada potongan upah.
4. Privatisasi rumah sakit, air bersih sudah selayaknya dihapuskan karena ini sangat dibutuhkan perempuan ketika hamil dan melahirkan.
5. Perempuan hamil rutin melakukan pemeriksaan ke posyandu dengan syarat pemerintah lebih memperhatikan kondisi posyandu khusunya didaerah tertinggal.
Tindakan afermatif diatas, penulis kira bisa kita lakukan sembari melakukan perjuangan penghapusan sistem yang memiskinkan perempuan menjadi sistem yang berorintesi pada kesejahteraan rakyat khususnya perempuan. Perjuangan penghapusan pemiskinan terhadap rakyat, perempuan, buruh dan kelompok rentan merupakan perjuangan yang panjang. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

[1] Kordinator Pendidikan dan Sekolah Feminis Perempuan Mahardhika Kota Medan.
[2] http://health.kompas.com/read/2012/01/31/22093816/Angka.Kematian.Ibu.228/100.000.Kelahiran.Hidup
[3] http://dk-insufa.info/berita/1298-angka-kematian-ibu-di-indonesia-tertinggi-di-asean-
[4] Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dan sosial yang cenderung ke arah pengumpulan kekayaan oleh individu tanpa gangguan kerajaan dan bermatlamatkan keuntungan. (http://ms.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme)

Referensi :
http://health.kompas.com/read/2012/01/31/22093816/Angka.Kematian.Ibu.228/100.000.Kelahiran.Hidup
http://dk-insufa.info/berita/1298-angka-kematian-ibu-di-indonesia-tertinggi-di-asean-
http://ms.wikipedia.org/wiki/Kapitalisme
http://nasional.kompas.com/read/2008/06/30/18272998/tahun.2010.angka.kematian.ibu%20226

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s